Konservasi tanah dan air merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk menjaga
dan meningkatkan produktifitas, kualitas dan kuantitas air dan tanah. Adapun
metode-metode untuk melakukan konservasi tanah dan air. yaitu;
Metode Vegetatif / Biologi
Tanaman penutup tanah (cover crop)
Menanam secara kontur (Countur
planting)
Reboisasi atau penghijauan.
Penanaman saluran pembuang
dengan rumput
Pembuatan teras
Pengolahan tanah menurut kontur
Metode ini menggunakan tamnaman untuk melindungui tanah dari erosi dsb.
selain itu, metode ini juga dapat berfungsi memperbaiki struktur tanah,
menambahkan bahan organik tanah, mencegah proses pencucian unsur hara dan
mengurangi fluktuasi temperatur tanah.
metode ini meliputi :
Penanaman penutup tanah berfungsi
untuk menahan air hujan agar tidak langsung mengenai permukaan tanah, menambah
kesuburan tanah (sebagai pupuk hijau), mengurangi pengikisan tanah oleh air dan
mempertahankan tingkat produktivitas tanah (Seloliman, 1997).
Dilakukan pada
kelerengan 15 – 18 % dengan tujuan untuk memperbesar kesempatan meresapnya air
sehingga run off berkurang.
metode ini bertujuan untuk melindungi saluran pembuang agar tidak
rusak.
2. Metode mekanik
Metode ini merupakan upaya pengendalian erosi secara
mekanik atau dengan menggunakan sarana fisik seperti tanah dan batu
sebagai sarana konservasi tanahnya. Tujuannya untuk memperlambat aliran air di
permukaan, mengurangi erosi serta menampung dan mengalirkan aliran air
permukaan (Seloliman, 1997). Metode ini diantaranya dengan cara :
Cara ini bertujuan untuk mengubah permukaan tanah
miring menjadi bertingkat-tingkat untuk mengurangi kecepatan aliran permukaan
dan menahan serta menampungnya agar lebih banyak air yang meresap ke dalam
tanah melalui proses infiltrasi (Sarief, 1986).
Cara ini dilakukan pada setiap jenis pengolahan tanah
(pembajakan, pencangkulan, pemerataan) mengikuti garis kontur sehingga
terbentuk alur-alur dan jalur tumpukan tanah yang searah kontur dan memotong
lereng. Alur-alur tanah ini akan menghambat aliran air di permukaan dan
mencegah erosi sehingga dapat menunjang konservasi di daerah kering.
Keuntungan utama
pengolahan tanah menurut kontur adalah terbentuknya penghambat aliran permukaan
yang memungkinkan penyerapan air dan menghindari pengangkutan tanah. Oleh sebab
itu, pada daerah beriklim kering pengolahan tanah menurut kontur juga sangat
efektif untuk konservasi ini.
3. Metode Kimia
Metode ini
merupakan metode konservasi tanah dan air dengan pemanfaatan soil conditioner
atau bahan-bahan pemantap tanah dalam hal memperbaiki struktur tanah sehingga
tanah akan tetap resisten terhadap erosi (Kartasapoetra dan Sutedjo, 1985).
Soil conditioner mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap stabilitas
agregat tanah. Pengaruhnya berjangka panjang karena senyawa tersebut tahan
terhadap mikroba tanah. Permeabilitas tanah dipertinggi dan erosi berkurang.
Bahan tersebut juga memperbaiki pertumbuhan tanaman semusim pada tanah liat
yang berat (Arsyad, 1989).
Di Kalimantan Timur, Pemerintah telah
membuat upaya pemulihan keseimbangan ekosistem dalam skala lokal, terkait
dengan upaya adaptasi perubahan iklim dan konservasi sumber daya air Upaya
konservasi tersebut dibuat dalam bentuk Kebun Raya Universitas Mulawarman
Samarinda (KRUS) (SDA) (ANTARA News).
KRUS
memiliki areal seluas lebih dari 300 Ha merupakan wilayah bekas konsesi HPH CV.
Kayu Mahakam sebelumnya merupakan areal hutan pendidikan dan penelitian.
Kemudian dibentuk UPT Kebun Botani dan Hutan Pendidikan Lempake yang berlokasi
di Desa Lempake, Samarinda Utara. Sejak tahun 2001 ditandatangani MoU antara
UNMUL dengan Pemkot Samarinda untuk pelestarian dan pengembangan KRUS. Demikian
dikutip dari rubrikasi terbitan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen
SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU).
Kawasan hutan di Kaltim merupakan hutan tropis yang merupakan habitat dari
berbagai kehidupan serta merupakan ekosistem yang berperan penting sebagai
penyangga kehidupan seperti mengatur tata air, pengendalian banjir dan erosi,
mencegah intrusi air laut, memelihara kesuburan tanah, menghasilkan oksigen,
menyerap dan menyimpan karbondioksida, dan menghasilkan berbagai macam produk
hutan.
Upaya konservasi
di Kalimantan Timur ini merupakan jenis Konservasi Air dan Tanah dengan metode
Vegetatif atau biologi dimana Kebun Raya
Universitas Mulawarman Samarinda (KRUS) merupakan wadah flora endemik yang
dapat berfungsi menstabilkan jumlah kandungan air di dalam tanah sekitarnya.
sumber
: