Jumat, 09 November 2012

Konservasi Tanah dan Air


Konservasi tanah dan air merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan produktifitas, kualitas dan kuantitas air dan tanah. Adapun metode-metode untuk melakukan konservasi tanah dan air. yaitu;
Metode Vegetatif / Biologi
Tanaman penutup tanah (cover crop)
Menanam secara kontur (Countur planting)
Reboisasi atau penghijauan.
Penanaman saluran pembuang dengan rumput
Pembuatan teras 
Pengolahan tanah menurut kontur
Metode ini menggunakan tamnaman untuk melindungui tanah dari erosi dsb. selain itu, metode ini juga dapat berfungsi memperbaiki struktur tanah, menambahkan bahan organik tanah, mencegah proses pencucian unsur hara dan mengurangi fluktuasi temperatur tanah. 
metode ini meliputi :
           Penanaman penutup tanah berfungsi untuk menahan air hujan agar tidak langsung mengenai permukaan tanah, menambah kesuburan tanah (sebagai pupuk hijau), mengurangi pengikisan tanah oleh air dan mempertahankan tingkat produktivitas tanah (Seloliman, 1997).
Dilakukan pada kelerengan 15 – 18 % dengan tujuan untuk memperbesar kesempatan meresapnya air sehingga run off berkurang.

metode ini bertujuan  untuk melindungi saluran pembuang agar tidak rusak.

2.   Metode mekanik

      Metode ini merupakan upaya pengendalian erosi secara mekanik atau dengan menggunakan sarana fisik seperti tanah dan batu sebagai sarana konservasi tanahnya. Tujuannya untuk memperlambat aliran air di permukaan, mengurangi erosi serta menampung dan mengalirkan aliran air permukaan (Seloliman, 1997). Metode ini diantaranya dengan cara :
      Cara ini bertujuan untuk mengubah permukaan tanah miring menjadi bertingkat-tingkat untuk mengurangi kecepatan aliran permukaan dan menahan serta menampungnya agar lebih banyak air yang meresap ke dalam tanah melalui proses infiltrasi (Sarief, 1986). 
     Cara ini dilakukan pada setiap jenis pengolahan tanah (pembajakan, pencangkulan, pemerataan) mengikuti garis kontur sehingga terbentuk alur-alur dan jalur tumpukan tanah yang searah kontur dan memotong lereng. Alur-alur tanah ini akan menghambat aliran air di permukaan dan mencegah erosi sehingga dapat menunjang konservasi di daerah kering. 
Keuntungan utama pengolahan tanah menurut kontur adalah terbentuknya penghambat aliran permukaan yang memungkinkan penyerapan air dan menghindari pengangkutan tanah. Oleh sebab itu, pada daerah beriklim kering pengolahan tanah menurut kontur juga sangat efektif untuk konservasi ini.

3.    Metode Kimia

Metode ini merupakan metode konservasi tanah dan air dengan pemanfaatan soil conditioner atau bahan-bahan pemantap tanah dalam hal memperbaiki struktur tanah sehingga tanah akan tetap resisten terhadap erosi (Kartasapoetra dan Sutedjo, 1985).
Soil conditioner mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap stabilitas agregat tanah. Pengaruhnya berjangka panjang karena senyawa tersebut tahan terhadap mikroba tanah. Permeabilitas tanah dipertinggi dan erosi berkurang. Bahan tersebut juga memperbaiki pertumbuhan tanaman semusim pada tanah liat yang berat (Arsyad, 1989).

Di Kalimantan Timur,  Pemerintah telah membuat upaya pemulihan keseimbangan ekosistem dalam skala lokal, terkait dengan upaya adaptasi perubahan iklim dan konservasi sumber daya air  Upaya konservasi tersebut dibuat dalam bentuk Kebun Raya Universitas Mulawarman Samarinda (KRUS) (SDA) (ANTARA News).

KRUS memiliki areal seluas lebih dari 300 Ha merupakan wilayah bekas konsesi HPH CV. Kayu Mahakam sebelumnya merupakan areal hutan pendidikan dan penelitian. Kemudian dibentuk UPT Kebun Botani dan Hutan Pendidikan Lempake yang berlokasi di Desa Lempake, Samarinda Utara. Sejak tahun 2001 ditandatangani MoU antara UNMUL dengan Pemkot Samarinda untuk pelestarian dan pengembangan KRUS. Demikian dikutip dari rubrikasi terbitan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU).

Kawasan hutan di Kaltim merupakan hutan tropis yang merupakan habitat dari berbagai kehidupan serta merupakan ekosistem yang berperan penting sebagai penyangga kehidupan seperti mengatur tata air, pengendalian banjir dan erosi, mencegah intrusi air laut, memelihara kesuburan tanah, menghasilkan oksigen, menyerap dan menyimpan karbondioksida, dan menghasilkan berbagai macam produk hutan.

Upaya konservasi di Kalimantan Timur ini merupakan jenis Konservasi Air dan Tanah dengan metode Vegetatif atau biologi dimana Kebun Raya Universitas Mulawarman Samarinda (KRUS) merupakan wadah flora endemik yang dapat berfungsi menstabilkan jumlah kandungan air di dalam tanah sekitarnya. 

sumber : 

Minggu, 06 November 2011

Sistem Respirasi pada Manusia

Sistem pernapasan pada manusia mencakup dua hal, yakni saluran pernapasan dan mekanisme pernapasan. Urutan saluran pernapasan adalah sebagai berikut:

rongga hidung Þ faring Þ trakea Þ bronkus Þ paru-paru (bronkiol dan alveolus).



Untuk lebih lengkap, silahkan download ppt mengenai Sistem respirasi disini:
Sistem respirasi